4 Unsur Kebahasaan Cerita Fabel dan Contohnya

4 Unsur Kebahasaan Cerita Fabel dan Contohnya

Dalam sebuah cerita fabel akan dinilai rapi atau tidaknya lengkap atau tidaknya dari struktur, kemudian ciri sampai dengan kebahasaan yang digunakan.

Karena dalam fabel sendiri memiliki unsur kebahasaan yang khusus. Oleh karena itu kami sarankan anda membaca artikel ini untuk menemukan point dari sisi bahasa dalam cerita fabel yang menarik.

Unsur kebahasaan ini sendiri adalah bagian penting dari pembuatan cerita termasuk dalam fabel. Ada beberapa point yang bisa anda perhatikan antara lain:

  1. Pengunaan Kata Kerja

Unsur kebahasaan sebuah fabel ini dari sisi cerita menggunakan kata kerja, dimana kata kerja ini ada dua jenisnya sebagai berikut:

  • Kata Kerja Transitifadalah sebuah katar kerja yang ada oyeknya sebagai contoh sederhana : Ibu memasak kue, bapak menanam pohon dll.
  • Kata Kerja Intransitifkebalikan dari yang pertama sebuah kata kerja tanpa objek sebagai salah satu contoh budi sedang tertawar, aminah sedang bersedih, andini sedang menangis harur
  1. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang

Kemudian yang kedua teks cerita fabel harus menggunakan kata sandang si dan sang ini dalam sebuah cerita sebagai syarat kebahasaan yang ideal sebagai contoh penggunaan kata ini bisa sahabat cek dalam contoh dibawah ini:

Contoh:

  • Sang domba yang sedang kelaparan berlari mencari air minum di tengah hutan
  • Sang kelelawar yang sedang terbang membawa buah jambu kemudian terjatuh ke jurang
  • Sang ikan hiu menyelam sambil membawa anaknya yang sedang berada di perutnya
  • Sang kuda berlari kencang setelah melihat ada petir di langit
  • Sang bebek bersembunyi di balik semak semak untuk mengihindari kejaran sang harimau dll
  1. Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu

Ini sangat mudah sekali, dalam kebahasaan sebuah fabel akan sangat umum menggunakan keterangan tempat dan waktu ini.

contoh:

  • Pada sore hari yang mendung, se ekor kerbau berjejer menunggu turunya air hujan
  • Pada malam hari yang gelap, semua lembu masuk ke dalam kandangnya
  • Pada hari selasa, harimau yang lucu sedang bermain bersama anak anaknya.
  1. Menggunakan Kata hubung lalu, akhirnya, kemudian

Yang terakhir dalam sebuah fabel juga tidak akan lepas dari penggunaan kata hubung kemudian, lalu dan akhirnya.

Tiga kata ini akan selalu silih berganti digunakan dalam sebuah cerita.

Berikut contohnya

  • Setelah mendengar anaknya dibawa kabur oleh singa, si kerbau lalu bergegas mengejar sampai ke tengah hutan
  • Pada akhirnya dua sahabat si onta dan si kuda kembali bersama lagi setelah sekian lama berpisah.
  • Setelah kejadian sore itu, kemudian hubungan antara si kodok dan kadal kembali memanas karena si kodok tidak terima perlakuan si kadal pada adiknya.