5 Jamur Liar Yang Aman Dimakan

5 Jamur Liar Yang Aman Dimakan – Cendawan atau jamur merupakan salah satu jenis tumbuhan yang tidak memiliki klorofil atau zat hijau daun (pigmen warna) sehingga bersifat heterotrof. Cara berkembang biak tumbuhan satu ini juga terbilang unik, dimana jamur bisa melakukan membelah diri dan menyebarkan spora ketempat lain melalui hewan maupun angin.

Diketahui ada sekitar 1 juta lebih spesies jamur yang tersebar diseluruh penjuru dunia, dan diantaranya ada yang bisa dimakan dan tidak. Selain itu tumbuhan jamur juga penting dalam menjaga ekosistem lingkungan, perananya dapat menjadi sumber makanan mahluk hidup, pertumbuhan mikro organisme danĀ keberlangsungan antar simbiosis.

Disamping itu jamur juga bisa menjadi bahan pangan yang lezat sekaligus bergizi untuk tubuh. Maka dari itu, yuk ketahui jenis-jenis jamur yang bisa dikonsumsi dan aman bagi manusia. Berikut diantaranya :

Jamur Pembakar Arang

Jamur russula Charcoal Burner adalah salah satu jamur yang dipanen secara liar yang paling umum di Eropa. Dagingnya lembut dengan insang yang tidak rapuh, dan memiliki rasa yang lembut seperti kacang. Ini adalah jamur serbaguna di dapur dan, meskipun konsistensi mentahnya lebih lembut, ia mempertahankan tekstur yang lebih disukai saat dimasak. Ini sangat baik dalam berbagai hidangan mulai dari sup dan semur hingga omelet.

Chicken of the Woods Mushroom

Sesuatu di antara penyangga dalam novel fantasi dan film horor, jamur bernama Chicken of the Woods yang lucu itu ditemukan di seluruh dunia. Ini konsistensi yang lebih keras dan aneh, flavo seperti ayam

ke itu pengganti vegetarian yang sangat baik untuk ayam dalam banyak hidangan. Beberapa kehati-hatian harus digunakan jika Anda baru mengenal jamur ini karena reaksi alergi tidak jarang terjadi. Yang terbaik adalah memulai dengan sebagian kecil daging muda untuk melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi.

Jamur Tutup Tinta Umum

Jamur Common Ink Cap berwarna biru keunguan dapat dimakan dalam bentuk belum matang sebelum insangnya menjadi hitam. Tetapi bahkan ketika dipetik pada waktu yang tepat dapat menimbulkan beberapa bahaya, khususnya bagi mereka yang mengonsumsi alkohol. Mereka membatasi pemecahan alkohol di hati yang menyebabkan sindrom disulfiram yang menyebabkan kemerahan, mual, dan kesemutan.

Baca juga : Jamur liar yang bisa dimakan

Namun, mereka dihargai karena digunakan dalam sup jamur dan hidangan lainnya di mana kelembapan berlebih tidak menjadi masalah. Pastikan Anda mengambil makanan ini tanpa minuman orang dewasa untuk mencairkannya.

Jamur Crab Brittlegill

Jamur russula ini mendapatkan namanya dari baunya yang seperti kepiting masak saat insang segar dan getas terasa pahit. Mereka umum di hutan jenis konifera Amerika Utara dan Eropa. Crab brittlegills adalah salah satu jamur jenius yang paling umum dimakan. Aroma seafood memang bertahan setelah dimasak yang bisa menjadi nilai plus untuk sajian yang tepat. Spesimen yang lebih muda memiliki bau dan rasa yang lebih lembut yang cocok untuk berbagai resep.

Jamur Cremini

Ingat bagaimana jamur kancing asli berwarna coklat sampai mutasi unik memberi kita varietas putih? Nah, Cremini adalah nama yang diberikan untuk varietas coklat asli Agaricus bisporus. Yang lebih membingungkan, ini sebenarnya hanyalah bentuk yang belum matang dari jamur portabella yang sangat populer. Bahkan terkadang dijual dengan nama “baby bella”.

Mereka memiliki rasa yang lebih kompleks daripada kancing putih tetapi tidak sepanas portabella dewasa. Seperti varietas putih, mereka banyak digunakan dalam hidangan gurih dan pedas. 5 Jamur Liar Yang Aman Dimakan