Begini Cara Cepat Santri Menundukkan Bahasa Arab

Menguasai bahaha Arab ternyata terlampau mudah! Itu yang dibuktikan santri Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro, Lumajang. Pelajaran bahasa asing ini dikerjakan dua kali sehari, pagi dan sore, bagi santri diniyah dan pelajar formal.

Menaklukkan bahasa Arab terhadap mulanya begitu menantang. Para santri mesti menguasai dan menghafal sekian ratus mufradad atau kosakata seperti kursus bahasa arab pare.

Memahami bahasa Arab biasanya diterapkan dengan perumpamaan soal, sekurang-kurangnya satu paragraph kalimat. Kemudian santri diminta mengartikan kata-kata tersebut per kosakata, supaya dapat menemukan makna didalam kalimat.

Kekayaan mufradad merupakan langkah atau sarana utama didalam tiap-tiap pembelajaran, manfaat menyadari kemampuan tiap-tiap individu. Kemudian materi bahasa Arab sebagian besar dirangkum di papan tulis dengan memanfaatkan skema terjemahan secara spesifik Arab – Indonesia.

Dengan penerapan layaknya ini terlampau memudahkan bagi santri atau siapa saja menguasi seluk beluk makna didalam bahasa Arab.

Belajar dengan di daerah spesifik (pesantren) layaknya ini membawa dampak santri fokus terima materi yang diberikan. Oleh sebab itu di tiap-tiap kelas maksimal hanya tersedia sepuluh hingga lima belas santri. Akan namun kemampuan yang dimiliki perorangan dapat berbeda, supaya butuh kejelian untuk menyerap meteri yang diberikan.

Agar lebih fokus, spesifik kelas 1, 2 dan 3 Awwaliyah, disajikan tiga kelas. Di tiap-tiap kelas digunakan tiga papan tulis. Adapun untuk kelas selanjutnya, Wustho (intermedite) dan Ulya (advance), masing-masing punyai satu kelas.

Bagi pelajar yang kemampuannya di bawah standar, namun disiplin dan sopan terhadap guru, bakal mendapat nilai tambahan (plus) dari guru.

“Dengan metode semacam ini, pembelajaran bahasa Arab dapat dimengerti dan gampang dimengerti di tiap-tiap materi yang diberikan,” tutur ustadz Fahrur Rozi, pengajar pengetahuan tajwid di TPQ Pondok Pesantren Ulul Albab Candipuro, Lumajang.