Jenis Usaha Percetakan

Salah satu jenis bisnis yang selamanya berkembang ditengah masa digitaliasi ini adalah bisnis percetakan. Meskipun orang sudah banyak berubah ke platform digital untuk terhubung informasi, tetapi nyatanya bisnis percetakan tetap banyak dilirik untuk mengolah beraneka kebutuhan pelanggan, layaknya pamflet, spanduk, undangan, kartu nama, dan lain-lain.

Penggunaan peralatan yang makin canggih dalam mengolah hasil cetak, adalah perihal yang membuat bisnis percetakan mampu berkompetisi waktu ini. Para pelaku bisnis cetak buku  kini tidak kudu risau ulang dalam mengolah permohonan pelanggan dalam jumlah besar dan waktu yang singkat.

Jika Anda tidak benar satunya yang menghendaki jadi pengusaha di bidang percetakan, artikel di bawah ini sudah pasti tidak boleh dilewatkan. Kali ini, tim BFI Finance menyajikan panduan bagaimana menjalani bisnis percetakan dimulai dari pemahaman jenis, gagasan usaha.

Jenis Usaha Percetakan

Sebelum memastikan untuk memulai bisnis percetakan, cari menyadari lebih pernah jenis atau tehnik percetakan yang sering ditemui.

 

1. Percetakan Digital

Jenis bisnis percetakan yang pertama adalah percetakan digital. Sesuai namanya, percetakan digital adalah jenis bisnis percetakan yang perlu campur tangan teknologi dalam proses pembuatannya. Dalam proses pembuatan hasil akhir mengfungsikan percetakan digital, lebih cepat terkecuali dibandingkan dengan percetakan konvensional. Beberapa produk yang mampu dibikin mengfungsikan percetakan digital adalah:

Custom Product (Case, Mug, tumbler)
Kartu nama
Spanduk
Flyer
Pamflet
Undangan pernikahan
Dan lain-lain.

2. Percetakan Offset

Sebelum percetakan digital jadi banyak dilirik, percetakan offset lebih pernah jadi primadona dalam dunia percetakan. Percetakan offset dikenal dengan mesin cetaknya yang besar dan kekuatan mengolah dalam jumlah yang besar pula sampai ribuan eksemplar. Namun, percetakan offset cuma mampu mengolah mengfungsikan diatas material berbahan kertas. Sehingga, percetakan jenis ini cocok untuk Anda yang menghendaki mencetak kartu undangan, majalah, buku, dan mengolah berbahas kertas lainnya. Kelebihan lain dari percetakan offset yaitu harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan percetakan digital. Disamping itu, kekurangan percetakan offset yaitu perlu proses mengolah yang lumayan lama, gara-gara kudu memindahkan materi cetak ke pelat percetakan terutama dahulu.

 

3. Percetakan Sablon

Jenis bisnis percetakan yang ketiga yaitu percetakan sablon. Mungkin banyak dari kami yang tidak asing dengan arti percetakan sablon ini. Karena, kebanyakan percetakan sablon digunakan untuk membuat pakaian sablon yang kami sering temui. Teknik yang digunakan untuk mencetak hasil sablon terhitung terlampau khas, yaitu dengan menyapu material cetak dengan tinta mengfungsikan palet atau rakel. Teknik ini tetap mengfungsikan tenaga manusia. Adapun tehnik sablon yang mengfungsikan bantuan mesin, tetapi cuma mampu dilaksanakan terkecuali objek cetak punya lebih dari 4 warna.

 

4. Percetakan Fleksografi

Jenis bisnis percetakan fleksografi adalah tehnik percetakan yang mengfungsikan peralatan bersifat roll. Biasanya tehnik percetakan fleksografi digunakan untuk mencetak koran, stiker, maupun kardus. Kelebihan tehnik percetakan ini yaitu perlu bahan tinta yang tidak terlampau banyak. Dalam proses pembuatannya terhitung tidak perlu banyak bahan baku lainnya.

 

5. Precetakan Rotogravure

Jenis bisnis percetakan yang terakhir adalah rotogravure. Teknik rotogravure banyak digunakan untuk mencetak produk kemasan berbahan plastik layaknya makanan dan minuman ringan. Sama layaknya tehnik fleksografi, rotogravure mengfungsikan peralatan bersifat roll. Bedanya, rotogravure lebih banyak digunakan untuk mencetak material berbahan basic plastik dan karton.