Jumblah Sertifikasi Tukang dan Kuli Bangunan di Kabupaten Bekasi

Seperti diketahui mengacu pada UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Kontruksi, maka semua Tukang Bangunan dan Kuli Bangunan sekiranya harus ikuti sertifikasi dari pemerintah di dalam perihal ini yang dikomando Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

Bukannya apa-apa, bersama dengan sertifikasi kepada Tukang Bangunan dan Kuli Bangunan, maka jadi totok ukur keahlian dan kompetensi serta tanggung jawab seorang jasa tukang Bangunan Rumah. Tanggung Jawab di sini tentang bersama dengan rancang bangun konstruksi rumah, kualiras adukan bangunan (Semen dan Pasir), serta cara membangunnya.

Bicara Sertifikasi Tukang dan Kuli Bangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) ternyata sudah mencanangkan sejak tahun 2015, dan tetap sedikit tukang bangunan yang mendaftarkan diri untuk mendapat sertifikasi pemerintah.

Dari 8,3 juta tukang bangunan yang tercatat di Kementerian PU-Pera (Periode September 2019-red), ternyata baru 50 ribu orang yang tesertifikasi. “Peran tukang sebagai bagian dari tenaga kerja konstruksi di dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia itu krusial. Tukang di lapangan sangat pilih kualitas bangunan. Maka itu, semua tukang semestinya mempunyai bekal yang baik melalui pelatihan dan mendapat sertifikat,” ujar Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono melalui keterangan resminya, waktu itu.

Selain punya tujuan mengukur kompetensi para tenaga kerja konstruksi, program sertifikasi itu juga akan memudahkan tenaga kerja memperoleh pekerjaan. Karena itu, secara bertahap, Kementerian PU-Pera akan melakukan program sertifikasi pada 500 ribu tenaga kerja bangunan per tahun.

Ketua Harian Perkumpulan Tukang Bangunan Indonesia (Perkasa) Cecep Saefullah menyambut baik konsep pemerintah yang hendak mendorong percepatan sertifikasi itu. Saat ini, Perkasa juga sudah mempunyai dua platform daring, yakni www.tukangbangunan.or.id dan www.tukangharian.id, yang jadi wadah bagi para anggotanya di semua Indonesia. Platform selanjutnya digunakan sebagai database sekaligus untuk mempermudah tukang memperoleh pekerjaan.

Pertanyaan kemudian, bagaimana sertifikasi Tukang dan Kuli Bangunan di Kabupaten Bekasi. Khususnya di lingkup Kecamatan Tarumajaya, sudah berapa ya Tukang Bangunan yang tersertifikasi?

Adanya information Tukang Tesertifikasi itu tentunya sangat berfaedah bagi para user atau pengguna jasa yang menghendaki memakai jasa Tukang Bangunan tersebut, supaya tersedia tanggung jawab, bukan saja dari keahliannya tapi juga dari profesionalisme, cara kerja, cara berkomunikasi, cara pilih biaya kerja apakah harian atau borongan.

 

Ongkos Tukang Rp. 370.000 – Rp. 430 Ribu Perhari

Sebagai informasi saja, bahwa waktu ini (Mei 2018), sejauh information dan informasi yang didapat Tim Redaksi Warta Nasional, biaya Tukang Bangunan per hari Rp. 170.000,- dan Kuli Bangunan Rp. 130.000.

Ongkos sebesar itu belum Rokok masing-masing se-bungkus per hari selanjutnya kopi nya, (4 gelas), untuk Pagi (Jam 08.00 wib) dan Kopi siang Jam 14.00 wib.

Artinya terkecuali ditotal maka terkecuali memanfaatkan jasa Tukang Bangunan di Tarumajaya Bekasi waktu ini (Mei 2020) Rp. 300 Ribu ditambah Rp. 62 Ribu jadi Rp. 362 Ribu (itu juga belum memberikan Kue di siang hari).

Diperkirakan menjelang semenster II tahun ini (2020) seiring bersama dengan pandemic COVID 19, biaya Tukang turut naik, dari kisaran Rp. 362 Ribu per hari (Tukang dan Kenek/Kuli), jadi Rp. 370 Ribu untuk ongkosnya saja.

Maka terkecuali ditambah Rokok 2 Bungkus dan Kopi 4 (empat) gelas, maka total biaya yang harus disiapkan pengguna jasa Tukang Bangunan dan Kenek/Kuli Bangunan bias menggapai Rp, 430.000 per hari.

Pertanyaan kemudian, apakah besarnya (kenaikan) biaya Tukang Bangunan itu diimbangi bersama dengan cara kerja cocok obyek (harapan) pengguna jasa ???

Mulai kerja Jam 07.30 dan berhenti Jam 17.00 Wib potong 1 Jam isitirahat jam 12.00 sampai Jam 13.00 Wib (Ishoma). Maksudnya, terkecuali mesin di Pabrik, di dalam 8 jam kerja sehari, itu sadar obyek angkanya, waktu Tukang dan Kuli Bangunan tentu susah diukur, hari ini mengerjakan apa, jadi dari mana dan obyek selesai sampai di mana setiap harinya ?

Jika Tukang Bangunan dan Kuli Bangunan Profesional, mempunyai kesadaran tinggi dari hati nurani yang paling dalam, kemungkinan obyek dan harapan pengguna jasa (pemilik bangunan) dapat tercapai.