Kesalahan dalam mengelola bisnis sampingan

Bila kamu pegawai, siswa, atau mahasiswa dan mempunyai usaha sambilan, karena itu selamat! Kamu tentu angkatan muda yang berdikari dan inovatif. mempunyai usaha sambilan ialah langkah untuk jalani spirit sekalian mendapat penghasilan tambahan. Untuk beberapa siswa dan mahasiswa, usaha sambilan yang digerakkan bahkan juga bisa saja alternative tidak untuk memperberat orangtua kembali secara keuangan. Kamu dapat temui gagasan usaha untuk mahasiswa di sini.

Tetapi, bagaimana bila usaha itu keliatannya justru tidak hasilkan benar-benar? pemasaran banyak, omzet cukup, tetapi labanya kok geret? Nach, tentu ada yang keliru tuch, dalam pengendaliannya.

Berikut adalah kesalahan kesalahan dalam mengelola bisnis :

Tidak ada ide yang terang

Meskipun namanya cuman mengurus usaha sambilan, namun tetap saja harus mempunyai ide yang terang. Sekurang-kurangnya kamu harus tahu apa tipe usaha yang kamu ingin lakukan, ke mana akan pasarkan produknya dan bagaimanakah cara memasarkannya. Dengan ide yang terang kamu juga paham siapa kompetitormu, apa produk alternatif dan pendamping untuk produk yang kamu bikin, dan bagaimana perlakukan mereka.

Pendataan keuangan yang amburadul

Meskipun usaha sambilan ini sebagai menambah pendapatmu di luar penghasilan khusus, pendataan keuangan dengan rapi ialah sebuah kewajiban. Apa lagi bila kamu telah mempunyai relasi usaha atau ucapkanlah pegawai. Jika catatan keuangan usahamu masih amburadul, itu terlalu.

Terapkan akuntansi simpel dalam usahamu. Tidak susah, bahkan juga anak SMA bisa juga. Cukup tulis secara terinci kas masuk dan keluar usahamu. Pisah pendataan ongkos sama sesuai macamnya supaya kamu mudah ketahui skema pengeluaran usahamu.

Keuangan individu dan usaha digabungkan

Meskipun kamu ialah kepala sekalian kaki tangan dalam usahamu, CEO sekalian karyawan, tetapi masih tetap permasalahan keuangan usaha dan individu harus dipisah. Baik pendataannya atau penyimpanannya. Jika digabungkan, bukan mustahil satu saat saat usahamu memerlukan tambahan dana kamu akan tertarik menggunakan uang individu bukannya cari jalan lain.

Hal-hal lain, kamu jadi tidak dapat ‘merasakan dengan jelas’ hasil usahamu karena bergabung dengan uang belanja bulanan. Salah-salah justru uang bulananmu terkikis untuk operasional usaha. Modal dan penghasilan usaha seharusnya diletakkan di rekening terpisah. Atau bila kamu malas sekali membuat rekening baru dan range omzet usahamu masih kecil, taruh mereka dalam dompet terpisah.
Betul-betul cuman dipandang usaha sambilan

Bila kamu ikuti workshop atau seminar pengusaha, tentu sering kali dengar beberapa coach berbicara supaya tidak memandang satu usaha sebagai usaha sambilan. Mengapa demikian? Karena bila cuman dipandang sambilan, umumnya tindakannya sekedar sambilan. Terhitung keseriusanmu dalam menjalankannya.

Maka yang lebih pas ialah saat mengurusi usahamu, konsentrasilah pada usahamu. Saat mengurusi tugas atau studimu, konsentrasilah pada dua hal tersebut. Dengan pembagian yang adil, karena itu usaha sampinganmu akan berkembang sekalian study dan tugasmu terselesaikan secara baik.

Tidak membuat jaringan

Mempunyai mitra, rekanan, dan jaringan marketing ialah hal yang penting jika tidak ingin disebutkan wajib di dalam jalankan bisnis. Ayolah, beberapa jomlo saja jemu sendirian. Hujan saja turunnya ramai-rame. Periode kamu ingin jalankan bisnis ini sendirian saja?

Terkait baik dengan vendor bahan baku produkmu, beberapa konsumen setia dan calon konsumen setia, dan beberapa orang di sekelilingmu adalah langkah cari jaringan. Sukur-sukur ada yang siap jadi mitra kerja atau customer periode panjangmu. Dengan demikian kamu tidak harus sangat susah cari dan usaha sendiri untuk pasarkan produk. Menjaga jalinan baik, bangun pertemanan, karena itu kamu telah beberapa langkah dalam membuat jaringan usahamu.

Untuk tips ataupun ide lain nya anda bisa mencari referensi dengan membaca baca blog keuangan dan bisnis lain nya. Semoga pembahasan kali ini dapat bermanfaat.