psikologi trading

Mau Investasi Saham? Coba Cek Beberapa Hal Berikut Ini Terlebih Dahulu

Saham ialah instrumen investasi yang prospektif return tinggi tetapi mempunyai tingkat resiko yang tinggi juga. Karena itu, banyak warga yang takut bila melakukan investasi saham sebab bisa jadi buntung, bukannya untung.

Dalam sekian tahun ini, investasi saham sedang populer, terutamanya semenjak wabah covid-19 terjadi yang mengakibatkan harga-harga saham turun. Banyak warga pemula yang mulai berminat untuk masuk ke bursa dampak.

Sayang, trend ini tidak didasari pada pengetahuan yang bagus berkenaan pasar saham. Beberapa orang yang cuman ikutan saja tanpa penelitian yang dalam berkenaan saham yang dibeli. Berikut sejumlah hal yang penting kamu perhatikan saat sebelum beli saham.

belajar saham
1. Investasi Ke Diri Sendiri

Harus dianggap jika saham bukan investasi yang gampang dilaksanakan. Ada beberapa factor yang perlu jadi perhatian saat sebelum memilih untuk beli saham. Dimulai dari memerhatikan profile perusahaan yang berkaitan, tipe usaha, sampai performa harga saham itu dalam historikal diagramnya.

Saat sebelum melakukan investasi ke saham, investasikanlah diri kamu sendiri lebih dulu untuk pahami apakah itu pasar modal, belajar analisis esensial dan teknikal. Maka saat kamu masuk ke pasar modal telah pada keadaan yang siap.

2. Manajemen Keuangan Pribadi

Selanjutnya, melakukan investasi ialah masalah bagaimana kamu mengurus asset yang kamu punyai. Saat sebelum melakukan investasi, apa lagi ke dunia saham, ada baiknya kalau kamu telah mengaplikasikan pengendalian keuangan individu yang betul lebih dulu.

Ada beberapa orang yang memaksain diri melakukan investasi dalam dunia saham walau sebenarnya keuangan pribadinya masih amburadul. Mengakibatkan, ada yang sampai berhutang karena hanya ingin investasi saham. Pasti ini bukanlah langkah yang dapat dibetulkan.

Coba untuk membuat bujet individu kamu tiap bulan. Belajar untuk mengutamakan keperluan yang perlu dan membagikan bekasnya untuk menabung atau melakukan investasi.

3. Dana Darurat

Dana genting ialah beberapa dana yang diutamakan cuman digunakan di saat kondisi tidak tersangka. Dana genting berlainan dengan dana tabungan karena dana ini tidak dapat digunakan sembarangan. Dalam management keuangan individu, dana genting seharusnya dipersiapkan beberapa 3 atau enam bulan upah.

Baiknya, bila terjadi beberapa hal yang paling penting dan di luar sangkaan, dana genting ini dapat kamu gunakan. Saat sebelum melakukan investasi saham, seharusnya kamu telah mempunyai dana ini hingga kamu semakin tenang dalam melakukan investasi.

Ingat, melakukan investasi saham memerlukan pertimbangan yang jernih. Itu dapat dilaksanakan bila kamu tidak mempunyai beban keuangan yang berat di kepala. So, persiapkan dahulu dana genting kamu.

4. Kesiapan Menghadapi Risiko

Seperti telah disentil di atas, saham ialah tipe investasi yang mempunyai imbal hasil tinggi tetapi risikonya tinggi juga. kamu dapat raih keuntungan yang besar dalam kurun waktu sekian hari, tetapi langsung bisa jatuh dalam satu hari.

Dalam investasi, ada yang diberi nama sebagai profile resiko. Kenali profile resiko kamu lebih dulu saat sebelum melakukan investasi. Apa kamu condong ingin memperoleh imbal hasil tinggi walau beresiko? Atau kamu ialah type investor yang mencari aman dengan walau imbal hasilnya tidak besar?

Tidak jadi masalah bila kamu ialah type investor yang moderat. kamu bisa pilih tipe investasi lain seperti reksadana dan deposito yang resikonya cukup terarah. Atau, bila kamu masih ingin melakukan investasi ke saham, pilih beberapa saham bluechip dan dilaksanakan dengan mencicil. Jauhi beli saham gorengan atau saham – saham yang baru IPO.

5. Tujuan Investasi Yang Jelas

Pada intinya, investasi saham ialah tipe investasi yang baik untuk periode panjang. Bila arah investasi kamu ialah periode pendek, sebagaimana untuk menolong ongkos pernikahan, seharusnya berpikir kembali.

Khususnya di saat ekonomi sedang lemas seperti sekarang ini. Harga-harga saham benar-benar naik-turun hingga tidak bisa diprediksikan. Bila kamu memerlukan uangnya selekasnya, mungkin investasi kamu sedang minus. Pada akhirnya, kamu mau tak mau jual rugi atau cutlost.

Saham bisa juga untuk periode pendek, tapi dilaksanakan dengan trading. Karena itu, kamu harus mempunyai pengetahuan yang bagus di dalam menganalisis teknikal. Selain itu, kamu harus memiliki psikologi trading yang baik agar tidak mudah panik dan takut saat trading.

Itu empat hal yang perlu kamu lihat saat sebelum memilih untuk melakukan investasi di saham. Ingat, melakukan investasi saham ialah keputusan yang besar dan periode panjang. Maka kamu perlu mempersiapkannya sebaik-baiknya.