Pengertian Aqiqah Dan Dalil Syar’i-nya

Sumber : aqiqah malang

 

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.25-26, menjelaskan jika : Imam Jauhari berbicara : Aqiqah adalah

 

”Menyembelih hewan di hari ke-7 nya dan cukur rambutnya.”

 

Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berbicara : “Dari keterangan ini jelaslah jika aqiqah itu disebutkan begitu karena memiliki kandungan dua elemen di atas dan ini paling utama.”

 

Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama memiliki pendapat jika jika dilihat dari sisi syar’i karena itu yang diartikan dengan aqiqah ialah arti berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).

 

Dalil-dalil Syar’i Mengenai Aqiqah

 

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى

 

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, ia berbicara : Rasulullah bersabda :

 

”Aqiqah dikerjakan karena kelahiran bayi, karena itu sembelihlah hewan dan lenyapkanlah semua masalah darinya.”

 

[Shahih Hadits Kisah Bukhari (5472), agar semakin selengkapnya saksikan Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

 

Makna hilangkan masalah ialah cukur rambut bayi atau hilangkan semua masalah yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent]

 

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

 

Dari Samurah bin Jundab ia berbicara : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang di hari ke-7 nya disembelih hewan (kambing), dinamakan dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Kisah Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

 

أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

 

Dari Aisyah ia berbicara : Rasulullah bersabda : “Bayi lelaki diaqiqahi dengan 2 kambing yang serupa dan bayi wanita satu kambing.” [Shahih, Hadits Kisah Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]

 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

 

Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah bersabda : “Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan 1 kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih seperti disebutkan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied]

 

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ

 

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi karena itu sebaiknya dia kerjakan untuk lelaki dua kambing yang serupa dan untuk wanita satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Kisah Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)]

 

Dari Fatimah binti Muhammad saat melahirkan Hasan, ia berbicara : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak ke orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits kisah Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

 

Dari dalil-dalil yang dijelaskan di atas karena itu bisa diambil hukum-hukum berkenaan sekitar aqiqah dan ini diilustrasikan oleh Rasulullah beberapa teman dekat dan beberapa ulama salafus sholih.