Tips Budidaya Ikan Lele Bagi Pemula Di Kolam Terpal

Ikan lele merupakan keliru satu type ikan tawar yang banyak diminati. Selain mempunyai kandungan nutrisi tinggi yang baik untuk konsumsi, lele juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Cara budidaya ikan lele bagi pemula pun tidaklah rumit karena benih lele itu sendiri gampang didapat dan gampang perawatannya. Asalkan Anda disiplin dan sungguh-sungguh ketika melakukannya.

Beberapa hal yang perlu disiapkan saat membudidayakan ikan lele adalah punya dana cukup, penentuan wilayah yang strategis, kesiapan sumber kekuatan manusia, hingga mempertimbangkan pengaruh lingkungannya.
Mengingat limbah budidaya lele semakin lama bisa mengundang bau anyir menyengat dan dikhawatirkan menjadi area berkembang biak nyamuk.

 

Apabila ketetapan di atas sudah terpenuhi, setelah itu merasa bersama dengan buat persiapan 5 tahapan di bawah ini:

 

1. Persiapkan Kolam

Membuat kolam ikan lele ini bisa bersama dengan menggunakan terpal korea atau semen, bersama dengan ukuran yang disesuaikan yakni tengah atau besar.

Sebenarnya menggunakan kolam tanah pun boleh, asalkan tanah tersebut sudah tidak mempunyai kandungan mikroorganisme asing yang nantinya bisa membahayakan bibit ikan lele.

Kemudian mencermati juga bahwa permukaan kolam ikan lele perlu lebih didalam agar matahari tidak tembus yang bisa membuat ikan kepanasan, lebih-lebih hingga mati.

Suhu air yang direkomendasikan untuk kolam lele adalah 20 hingga 28 derajat celcius dan jangan lupa beri garam krosok untuk menyeimbangkan pH air serta menghindar timbulnya jamur.

Setelah garam krosok, lanjut memberikan molasses awal yang bermanfaat menghindar pertumbuhan alga hijau biru (blue green algae) yang bisa meracuni ikan, sambil ditambahkan suplemen ikan.

Apabila kolam beserta hal pendukung lainnya sudah siap, tinggal diamkan 5 hari hingga lumut atau fitoplankton tumbuh secara alami untuk ditebar benih ikan lele.

 

2. Pilih Bibit Unggul

Cara budidaya ikan lele bagi pemula juga perlu jelas betul type bibit yang berkualitas, agar bisa menghasilkan ikan lele unggul.

Umumnya, proses pencarian bibit lele berkualitas ini bisa dibeli langsung ke penjaja benih ikan terpercaya, asalkan Anda mengenali beberapa ciri benih terbaik layaknya ini.

Bibit lele jantan punya perut ramping bersama dengan tulang kepala pipih, warnanya cenderung lebih gelap, gerakannya lincah serta bentuk kelamin yang runcing.

Bibit lele betina mempunyai ciri perut yang lebih besar dari punggungnya, ukuran kepala cembung, agak lamban gerakannya, dan kelaminnya bersifat bulat.

Ukuran ideal bagi ikan lele bibit unggul ini lebih kurang 5-7 cm dan pastikan tidak ada cacat tubuh sedikit pun.
Kemudian, bibit ikan lele unggul bakal terlalu gesit atau agresif ketika diberi makanan karena mereka terlalu dominan lincah.

Apabila sudah beroleh bibit ikan lele unggul, setelah itu tebar benih-benih tersebut terhadap kolam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Dikarenakan benih lele ini masih terlalu sensitif, maka menyebarnya jangan sembarangan. Pastikan suhu dari area asalnya bersama dengan kolam ternak sama.

Jika bibit lele sudah bisa mengatur diri bersama dengan area barunya, tinggal tunggu satu hari untuk diberi suplemen ikan bersama dengan dosis 5 ml/m3.

Fungsi dari suplemen ikan lele ini mendukung pembentukan proses kekebalan tubuh yang baik dan sehat, agar tidak gampang sakit.

 

3. Perkembangbiakan

Dalam proses membudidayakan ikan lele, peternaknya perlu detail dan mencermati betul apabila jelas ada lele yang sudah siap dikawinkan.

Ciri dari ikan lele yang matang bisa dilihat dari kelaminnya. Untuk lele betina yakni kuning dan lele jantan merah.

Setelah layak dikawinkan, sel telur ikan lele yang sudah dibuahi bakal merasa nampak setelah 24 jam. Sel telur itu bakal melekat terhadap anggota sarang.

Telur-telur ikan lele ini nantinya bakal menetas sendiri dan siap menjadi anak lele untuk dipisahkan ke area tertentu agar benih baru lahir tidak stres atau mati.

 

4. Pemeliharaan

Saat beternak ikan lele penting juga mencermati keadaan air, pakan, dan antisipasi serangan hama, caranya sebagai berikut:

-Mengelola Air
Air kolam ikan lele baru bisa diganti apabila sudah memasuki jaman panen, terkecuali diganti sebelum panen ada potensi bakal menghindar pertumbuhannya.

Usahakan mengganti air kolam saat pagi atau sore hari, agar tidak terlalu panas yang bisa berdampak tidak baik terhadap kesegaran ikan lele.

-Pakan Ikan
Pilih pakan atau makanan ikan lele yang tinggi nutrisi layaknya plankton, pelet, cacing atau makanan yang mempunyai kandungan protein.

Beri makan teratur sehari 3 kali (pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam). Jangan beri makan saat hujan, karena bisa memengaruhi kualitas makanan yang tercemar zat asam.

-Antisipasi Hama
Organisme patogen didalam kolam ikan lele sebenarnya bisa saja nampak tanpa diketahui sebelumnya, agar penting untuk memberi asupan suplemen tambahan terhadap ikan.

Selain itu, menggunakan sekat pembatas untuk menghindar binatang asing yang sewaktu-waktu bisa saja membahayakan ikan lele.

 

5. Panen

Ikan lele yang terpelihara bersama dengan baik sudah tentu bakal menjadi lele berkualitas. Umumnya, setelah 2-3 bulan lele sudah bisa dipanen.

Ketika dipanen, 1 kg lele bisa berjumlah lebih kurang 7-8 ekor bersama dengan ukuran pada 5-7 cm atau 9-12 cm.

Cara memanen ikan lele yakni menyurutkan terlebih dulu air kolamnya, sesudah itu bisa dipindahkan ke wadah lain menggunakan serok atau jaring.

Sortir ikan lele yang siap dipanen tersebut bersama dengan hati-hati dan setelahnya baru dibersihkan untuk diisi bersama dengan benih baru yang pada mulanya sudah dipisahkan.

Cara budidaya ikan lele bagi pemula layaknya di atas ini bisa diterapkan kapan saja, kuncinya yakni disiplin agar hasil yang didapat maksimal.