Tips Mencegah kerusakan Motor Listrik

Elektromotor ialah mesin ataupun Perlengkapan yang bekerja memakai tenaga Listrik serta mengubahnya jadi tenaga Gerak.

Bersamaan dengan konsumsinya, motor listrik kerap hadapi hambatan ataupun bermacam tipe kehancuran yang bisa menyebabkan motor listrik tersebut tidak bisa dioperasikan apalagi gulungannya sampai rusak ataupun dibakar.

Buat meminimalkan ataupun menghindari terbentuknya bermacam tipe kehancuran pada motor listrik tersebut, hingga butuh dicoba aksi penangkalan serta perawatan supaya motor listrik lebih awet serta senantiasa berperan sebagaimana mestinya.

Sebagian Metode buat Menghindari terbentuknya Kehancuran pada Elektro motor

Aksi revisi serta penangkalan kehancuran Elektromotor

Kegagalan Perlindungan( Overload Protection)

Kegagalan IP( Ingress Protection)

Kegagalan Preventive( Perawatan)

Panas berlebih( Over Heating)

Kegagalan Phase( Phase Failure)

1. Kegagalan perlindungan( overload protection)

A. Perlindungan overload( thermal)

Perlindungan yang banyak digunakan dikala ini merupakan jenis thermal overload relay, yang memerlukan waktu buat trip( tripping times) lumayan lama, menunggu bahan bimetal yang terdapat di dalam thermal overload relay panas serta memuai kemudian memutuskan aliran ke kontrol panel, di masa tunggu ini, ampere yang ditanggung suatu elektromotor sesungguhnya telah over, sehingga temperatur motor pula hendak bertambah, ditambah lagi bila trip berulang- ulang.

B. Tripping class thermal overload

Class 10( 4– 10 detik)

Class 20( 6– 20 detik)

Class 30( 9– 30 detik)

Sebagian besar thermal overload yang digunakan dikala ini merupakan: Thermal overload class 20

C. Perlindungan overload digital( eletronik)

Buat perlindungan overload yang lebih baik tingkatan akurasi, reaksi serta sensitivity, hingga hendaknya memakai tipe overload yang bukan thermal, bisa memakai:

Ampere m sensor digital

Current transducer( analog 4– 20ma)

Electronic overload relay

Sebagian Tipe Overload Protection

a. Thermal overload relay

Prinsip kerja thermal” pemuaian bimetal”. dikala terjalin arus lebih hingga bimetal hendak panas serta bengkok, yang setelah itu hendak memutus listrik ke Panel control.

b. Digital panel meter

Pengukuran ampere sistem digital, mempunyai bermacam guna tidak hanya buat kontrol ampere( bisa mengukur tegangan, temperatur, serta yang lain). Fitur pengaturan yang lebih lengkap( jumlah desimal, lo/ hi set, time delay, serta sebagainya). kelemahannya pengukuran 1 fitur cuma buat 1 phase.

c. Current transducer

Mengganti arus dari ct 0– 5 A, jadi sinyal analog output 4– 20ma, buat setelah itu dihubungkan ke fitur plc ataupun Controller selaku control. Dengan memakai current transducer tidak hanya buat perlindungan“ over load”, pula dapat di- catat kegiatan pengoperasian motor( grafik, logger, serta integrasi yang lain), kelemahannya pengukuran 1 fitur cuma buat 1 phase

d. Electronic overload

Selaku perlindungan dikala terjalin“ overload” bersumber pada sistem elektronik, sehingga dikala nilai set ampere tercapai, dapat disesuaikan delay time serta tripping time, supaya perlindungan bisa bekerja dikala set ampere tercapai serta melindungi supaya motor tidak hadapi over- heat. kekurangannya tidak dapat di– integrasikan ke fitur instrument.

2. Kegagalan ingress protection( IP)

Standar elektromotor minimun mempunyai IP- 54

Terlindung dari mungkin masuknya debu

Terlindung dari semprotan air dari seluruh arah

Aksi revisi:

tiap part yang berhubungan dengan tingkatan proteksi motor dari masuknya air ataupun barang lain, ditentukan terpasang dengan baik.( cover, gasket, seal, dll)

3. Kegagalan Preventive

Kegagalan preventive ataupun agenda perawatan tidak terlaksana dengan baik, bisa diakibatkan oleh:

Kompetensi personil elektrikal.

Tidak terdapatnya Agenda perawatan yang baik

Kekurangann personil

4. Over- heating

Kehancuran elektro- motor bisa diakibatkan oleh panas yang kelewatan( over- heating) pada gulungan, serta diakibatkan sebagian aspek penyebabnya antara lain:

Bearing macet/ rusak.

Shaft ataupun housing bearing aus

Start- stop dikala beban sangkut/ ampere tinggi

Mutu isolasi kawat gulungan tidak sesuai

Pemasangan energi motor sangat kecil dibandingkan dengan bebannya

Elektromotor hadapi over- heat yang berasal dari posisi yang panas ataupun rambatan panas dari mesin lewat shaft motor.

Insulation class

A( maksimum temperatur 105°c)

B( maksimum temperatur 130°c)

F( maksimum temperatur 155°c)

H( maksimum temperatur 180°c)

Aksi revisi:

keadaan bearing macet, shaft aus, sebagian besar tidaklah pemicu dini kehancuran motor, melainkan akibat dari ampere besar, beban sangkut, macet, start- stop berulang kali, overload di- reset berulang- ulang, sehingga temperatur panas serta bearing jadi kering, shaft aus, macet serta akibat yang lain, sehingga yang sangat berarti merupakan gimana membenarkan perlindungan overload bekerja dengan maksimal.

Memakai overload digital spesial buat motor yang kerap hadapi kehancuran spesial buat motor dengan energi
30kw.

Dikala re- winding, hendaknya mengunakan, insulating varnish hi- temp serta kawat gulungan class- H.

Ampere pembedahan motor maksimum 80% x in( arus nominal motor), bila ada motor yang diberi beban berat serta amperenya diatas 80% x in, hingga butuh dicoba penggantian motor dengan energi yang lebih besar.

Membenarkan keadaan sistem pendingin yang terdapat pada tiap elektromotor senantiasa dalam keadaan baik( cover, fan, ventilasi hawa, kisi- kisi bodi motor, serta sebagainya).

5. Phase failure

Phase failure( kegagalan phase), keadaan dimana salah satu phase terputus/ tidak tersambung dengan baik.

posisi terbentuknya kegagalan phase, antara lain:

POSISI Terbentuknya KEGAGALAN PHASE, ANTARA LAIN:

KABEL POWER YANG MASUK MCCB PANEL MOTOR

Halte KABEL PADA MCCB

CONTACT POINT DI DALAM MCCB

Halte MAGNETIC CONTACTOR

CONTACT POINT DI DALAM MAGNETIC CONTACTOR

Halte THERMAL OVERLOAD RELAY

BIMETAL DI DALAM THERMAL OVERLOAD RELAY

KABEL DARI PANEL KE MOTORAN

Halte KABEL MOTOR

Aksi Revisi:

Buat KEGAGALAN PHASE PADA KABEL DARI PANEL KE MOTOR, Serta INTERNAL MOTOR Hingga Wajib Dicoba Pengecekan Teratur PADA KABEL Serta Halte MOTOR( SECARA VISUAL, TEMP- GUN Ataupun IR- CAMERA), Dapat Dicoba 1 x SEMINGGU Spesial Buat MOTOR
30KW, Sebaliknya Buat MOTOR 5, 5KW– 30KW, Bisa Dicoba PERIODIK 1 BULAN SEKALI.

Buat KEGAGALAN PHASE YANG Letaknya DARI KABEL SUMBER Hingga Halte OVERLOAD, Bisa DIJADWALKAN Pengecekan PANEL 1 BULAN SEKALI( Optimal Temperatur KOMPONEN PANEL 65°C), Bila Ada Temperatur YANG MELEBIHI, Hingga Lekas Dicoba Revisi.

Membuat SISTEM Perlindungan Memakai RANGKAIAN Simpel“ PHASE FAILURE RELAY PROTECTION”

Buat prediksi perihal ini terjalin bisa diatasi dengan memasang Perlindungan bonus Phase Failure Protection.