Untung dan Rugi Pinjaman Tenor Panjang

 

Di era maju seperti saat ini, produk pinjaman KTA atau kredit tanpa agunan kian menjamur. Bahkan saat ini KTA sendiri telah menjadi alternative suntikan dana dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Dan, ini telah hadir kredit KTD dengan Pinjaman Tenor Panjang.

Produk pinjaman dengan tenor panjang juga menyajikan keuntungan untuk Anda yang ingin mengajukan pinjaman. Walau demikian, tetap saja ada juga kerugian yang perlu ditanggung sebagai nasabah. Berikut selengkapnya untung dan ruginya.

Saat Anda mengajukan pinjaman terlepas dari apapun bentuknya, mau KPR atau KTA atau bahkan pinjaman online, sebagai nasabah Anda perlu menentukan tenor yang layak.

Memilih tenor merupakan suatu penentuan seberapa lancarnya dan mudah Anda untuk melakukan cicilan per bulannya. Selain itu, tenor juga sangat berdampak dalam total pinjaman yang harus dibayarkan kepada kreditur.

Untung dan Rugi Pinjaman Tenor Panjang

Dalam kanal pinjaman, tenor dibagi dalam dua bentuk. Yakni, tenor panjang dan tenor pendek atau tenor minimal. Untuk tenor panjang umumnya ditetapkan waktu masa kredit berkisar 3 hingga 5 tahun dan ada juga yang memiliki waktu bayar 15-20 tahun.

Sedangkan tenor pendek, hanya memiliki masa kredit berkisar 3 tahun kebawah. Contohnya, perusahaan pinjaman dana online, dimana mereka menerapkan sistem tenor pendek dengan masa tenor 30 sampai 3 bulan hingga 24 bulan.

Pinjaman dalam wujud kredit barang elektronik contohnya, juga diterapkan sistem tenor pendek. Lalu, seperti apa kelebihan dan kerugian dari Pinjaman Tenor Panjang? Simak selengkapnya di bawah ini.

Untung dan Rugi Pinjaman Tenor Panjang

Untuk Anda yang berencana mengajukan pinjaman dengan tenor panjang, ada beberapa hal yang perlu dimengerti agar tidak menyesal di akhir.

Sesuai dengan sebutannya, Pinjaman Tenor Panjang memiliki masa tempo yang cenderung lebih panjang. Periode pinjaman dengan tenor panjang ini dapat mencapai satu periode akuntansi atau satu tahun. Bahkan ada yang lebih dari satu tahun.

Pinjaman dengan tenor panjang ini, lebih cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan bisnis. pasalnya perusahan yang memilih tenor lama dapat berpeluang berkembang. Adapun beberapa keuntungan dan kerugian dari mengajukan pinjaman jangka panjang antara lain:

  1. Meminimalisir pengeluaran pajak lantaran pendapatan telah dipangkas iuran hutang
  2. Lebih efisien jika dibandingkan dividen atau membagi pendapatan ke investor yang menginvestasikan dananya
  3. Arus kas menjadi lebih terencana dengan baik
  4. Aset akan tetap bisa digunakan karena tidak dibutuhkan jaminan
  5. Cicilan lebih ringan, karena masa kredit yang diberikan cukup panjang, jumlah angsuran yang dibayar juga kian kecil. Hal ini tentu akan mempermudah nasabah yang memiliki penghasilan minim
  6. Tidak membebani, dengan jangka waktu yang panjang dapat menghindarkan Anda dari besarnya beban keuangan yang over dan mengganggu kebutuhan penting lainnya. hal ini juga minim resiko gagal bayar atau kredit macet
  7. Down Payment (DP) lebih kecil. Dalam jenis kredit bentuk pembelian, tenor panjang tentunya dapat memungkinkan Anda memperoleh pinjaman dengan DP yang lebih rendah. DP yang fleksibel juga dapat meningkatkan kemampuan nasabah untuk membayar

Tidak hanya memiliki berbagai  kelebihan yang cukup unggul sehingga banyak diminati oleh para nasabah. Namun perlu diketahui juga kalau Pinjaman Tenor Panjang memiliki sisi negatif. Dimana pembayaran dengan tenor panjang akan menimbulkan bunga yang perlu dibayarkan jauh lebih besar. Dampak negatifnya, total hutang akan jauh lebih tinggi berdasarkan keseluruhan jika dibandingkan dengan tenor pendek.