Yuk Pahami Pengertian dan Jenis-jenis Influencer

Yuk Pahami Pengertian dan Jenis-jenis Influencer

Kamu doyan main social media? Pasti kamu familiar dong dengan Jerome Polin, Kevin Hendrawan, atau Tasya Farasya. Yap, mereka adalah social media influencer dengan jumlah follower yang udah gak kehitung jari.

Kamu punya keinginan untuk menjadi seorang influencer seperti nama-nama di atas? Nah, kalau gitu kamu harus pahami pengertian dan jenis-jenis influencer. Simak yuk!

Apa itu Influencer?

Influencer adalah seseorang yang bisa memberikan influence atau pengaruh pada orang banyak untuk membuat suatu keputusan terutama dalam membeli sebuah produk. Oleh karena itu, seorang influencer wajib memiliki skill public speaking.

Seorang influencer dapat dinilai bagus atau engga dari tingkat engagement yang mereka miliki. Nah seperti bisnis pada umumnya, seorang influencer juga harus building trust dari followersnya supaya engagementnya meningkat.

Selain bulding trust, personal branding juga perlu diperhatikan untuk menjadi seorang influencer. Tapi engga usah khawatir, sekarang udah ada kelas pengembangan diri yang bisa bantu kamu untuk memahami personal branding.

Jenis-jenis Influencer

Semua influencer itu engga sama, guys. Mereka dibagi berdasarkan jumlah followers dan engagement. Daripada makin penasaran, berikut jenis-jenis influencer:

Micro-Influencer

Micro-influencer adalah jenis influencer yang memiliki 1.000 sampai 100.000 followers. Meskipun jumlah followers mereka terbilang kecil, namun tingkat engagement mereka tinggi lho.

Riset yang dilakukan oleh Keller Fay Group mengungkapkan bahwa sebanyak 82% konsumen mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh micro-influencer. Hal ini karena audiens micro-influencer lebih tertarget sehingga sang influencer bisa buat konten yang relevan.

Macro-Influencer

Lebih tinggi dari jenis sebelumnya, macro-influencer adalah jenis influencer yang memiliki 100.000 sampai 1 juta followers. Macro-influencer memiliki followers yang lebih beragam dan cakupannya jauh lebih luas.

Biasanya seorang macro-influencer tidak hanya aktif di satu platform aja, melainkan dua sampai tiga platform. Dengan cakupan yang lebih luas dan beragam, perusahaan dapat menggunakan macro-influencer untuk meningkatkan brand awareness.

Mega-Influencer

Mega-influencer adalah jenis terakhir dan menjadi jenis influencer dengan jumlah followers tertinggi. Umumnya, seorang mega-influencer punya lebih dari 1 juta followers. Jadi ia udah pasti dikenal banyak orang dan memiliki budget yang lebih tinggi dari dua jenis sebelumnya.

Pembagian jenis ini biasanya dipakai ketika sebuah perusahaan mau kerjasama, guys. Perusahaan perlu menyesuaikan dengan budget yang dimiliki karena semakin tinggi jumlah followers, semakin tinggi juga budget influencer tersebut.

Selain memiliki skill public speaking, seorang influencer juga harus memiliki skill entrepreneurship. Skill ini bisa kamu asah di kelas pengembangan diri Cakap. Bersama tutor yang expert di bidangnya, pasti jiwa entrepreneurship bakal bertumbuh. Jadi pilih mana, karyawan atau pengusaha?